This Blog is protected by DMCA.com

Pedagang Cabai Kian Menjerit Akibat Harga Cabai yang Terus Meroket Pedagang Cabai Kian Menjerit Akibat Harga Cabai yang Terus Meroket

Pedagang Cabai Kian Menjerit Akibat Harga Cabai yang Terus Meroket

Pedagang Cabai Kian Menjerit Akibat Harga Cabai yang Terus Meroket


Berbisnis cabai di tengah pandemi mengalami fluktuatif dalam kestabilan harga dan ketersediaan stok. Pasalnya di berbagai daerah harga cabai terus mengalami lonjakan hingga mencapai presentase 60% dari biasanya. Pedagang cabai pun memutar otak agar cabai-cabai yang mereka pasarkan bisa terjual habis ke pelanggan tanpa menaikkan harga maupun mengurangi kualitasnya.


Pedagang cabai berharap bahwa usaha yang selama ini ditekuni tak berhenti di tengah pandemi yang masih terus berlangsung. Berdasarkan data yang kami kutip di situs medcom bahwa harga cabai melonjak sejak awal tahun 2021 dengan harga cabe rawit merah tembus mencapai angka 130 ribu perkilo. Sedangkan cabai campuran seperti cabai merah, hijau dan kuning tembus di angka sekitar 110 ribu rupiah perkilo. Tentu hal ini membuat pelanggan protes atas kenaikan secara tiba-tiba.


Sisi lain, Pedagang cabai menyayangkan pengaruh kondisi cuaca yang tak stabil membuat tanaman cabai mengalami gagal panen sehingga hasil panen turun drastis di awal tahun 2021 ini. Banjir menjadi sebab utama yang membuat tanaman cabai menguning sehingga cabai-cabai mudah membusuk dan rontok. Selain itu daya konsumsi cabai masyarakat semakin naik sehingga tidak ada keseimbangan antara pasokan produksi dengan pengeluaran konsumsi.



Solusi Terbaik Ada dan Hadir Disini Untuk Anda Semua.



Writer Daylight.

Post a Comment

0 Comments